<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jeddyoct's Weblog &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://jeddyoct.wordpress.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jeddyoct.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jul 2008 14:09:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jeddyoct.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jeddyoct's Weblog &#187; Uncategorized</title>
		<link>http://jeddyoct.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jeddyoct.wordpress.com/osd.xml" title="Jeddyoct&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jeddyoct.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengintegrasian SDM dengan visi perusahaan</title>
		<link>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/pengintegrasian-sdm-dengan-visi-perusahaan/</link>
		<comments>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/pengintegrasian-sdm-dengan-visi-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 14:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jeddyoct</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jeddyoct.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[PENGINTEGRASIAN SUMBER DAYA MANUSIA Pengintegrasian adalah kegiatan menyatupadukan keinginan karyawan dan kepentingan perusahaan, agar tercipta kerjasama yang saling memberikan kepuasan.Tujuan pengintegrasian adalah memanfaatkan karyawan agar mereka bersedia bekerja keras dan berpartisipasi aktif dalam menunjang tercapainya tujuan perusahaan serta terpenuhinya kebutuhan karyawan dengan prinsip menciptakan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan. Metode-metode pengintegrasian yang kita kenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jeddyoct.wordpress.com&#038;blog=4172206&#038;post=6&#038;subd=jeddyoct&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:medium;">PENGINTEGRASIAN  SUMBER DAYA MANUSIA </span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pengintegrasian adalah kegiatan menyatupadukan keinginan karyawan dan kepentingan perusahaan, agar tercipta kerjasama yang saling  memberikan kepuasan.Tujuan pengintegrasian adalah memanfaatkan karyawan agar mereka bersedia bekerja keras dan berpartisipasi aktif dalam menunjang tercapainya tujuan perusahaan serta terpenuhinya kebutuhan karyawan dengan prinsip menciptakan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Metode-metode pengintegrasian</strong> yang kita kenal adalah :</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Hubungan 	Antar manusia (Human Relations)</strong></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:0.75in;text-indent:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Hubungan antar manusia adalah hubungan kemanusiaan yang harmonis, tercipta atas dasar kesadaran dan kesediaan melebur keinginan individu demi terpadunya kepentingan bersama.</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Motivasi</strong></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:0.75in;text-indent:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Motivasi berasal dari kata Latin <em>movere</em> yang berarti dorongan atau menggerakkan.Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.Edwin B Flippo mendefinisikan Motivasi sebagai suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai.</p>
<p style="margin-left:0.75in;text-indent:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Peterson dan Plowman mengatakan bahwa orang mau bekerja karena factor-faktor berikut :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">The 	Desire to live (keinginan untuk hidup)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">The 	Desire for Position (keinginan untuk suatu posisi)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">The 	Desire for Power(keinginan akan kekuasaan)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">The 	Desire For Recognation(keinginan akan pengakuan)</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.75in;text-indent:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Tujuan motivasi adalah sebagai berikut:</strong></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Meningkatkan 	moral dan kepuasan kerja karyawan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Meningkatkan 	produktivitas kerja karyawan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Memepertahankan 	kestabilan karyawan perusahaan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Meningkatkan 	kedisiplinan karyawan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Mengefektifkan 	pengadaan karyawan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Menciptakan 	suasana dan hubungan kerja yang baik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Meningkatkan 	loyalitas, kreativitas, dan partisipasi karyawan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Meningkatkan 	kesejahteraan karyawan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Mempertinggi 	rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Meningkatkan 	efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Asas-asas Motivasi </strong></p>
<ol>
<li>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Asas 		Mengikutsertakan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Asas 		Komunikasi</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Asas 		Pengakuan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Asas 		Wewenang yang Didelegasikan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Asas 		Perhatian Timbal balik</p>
</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Model –Model Motivasi ada tiga, yaitu :</strong></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Model 	Tradisional, yaitu dengan memberikan Insentif sebagai motivasi.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Model 	Hubungan Manusia, yaitu dengan memenuhi kebutuhan social disamping 	insentif (kebutuhan materil dan nonmaterial)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Model 	Sumber Daya Manusia, yaitu dengan memberikan motivasi tidak hanya 	berupa uang/barang atau keinginan akan kepuasan tetapi juga 	kebutuhan akan pencapaian dan pekerjaan yang berarti.Menurut model 	ini, motivasi dilakukan dengan memberikan tanggung jawab dan 	kesempatan yang luas bagi mereka untuk mengambil kebijakan dalam 	menyelesaikan pekerjaannya.</p>
</li>
</ol>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Leadership 	(Kepemimpinan)</strong></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:0.75in;text-indent:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pemimpin adalah seseorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya,mengarahkan bawahan untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi.Kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.</p>
<p style="margin-left:0.75in;text-indent:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:0.75in;text-indent:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Gaya Kepemimpinan menurut Drs.Malayu Hasibuan, Yaitu :</strong></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Kepemimpinan 	Otoriter </strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:2in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Adalah jika kekuasaan atau wewenang, sebagian besar mutlak tetap berada  pada pimpinan atau kalau pimpinan itu menganut sentralisasi wewenang.Pengambilan keputusan dan kebijakan hanya ditetapkan sendiri oleh pimpinan<strong>.</strong></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Kepemimpinan 	Partisipatif</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:2in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Adalah jika kepemimpinan dilakukan dengan cara persuasive, menciptakan kerjasama yang serasi, menumbuhkan loyalitas, dan partisipasi bawahan.</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Kepemimpinan 	Delegatif</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:2in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Apabila seorang pemimpin mendelegasikan wewenang kepada bawahan dengan agak lengkap.Dengan demikian, bawahan dapat mengambil keputusan dan kebijaksanaan dengan lebih leluasa dalam melaksanakan pekerjaannya.</p>
<p style="margin-left:2in;text-indent:-0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Ada satu gaya kepemimpinan yang dikembangkan oleh Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard yaitu Kepemimpinan Situasional yang focusnya terletak pada perilaku pemimpin dan anggota/pengikut dalam kelompokdan situasiyang variatif.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Gaya Pengambilan Keputusan</strong></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Gaya 	Otoratif</strong> , diterapkan pada situasi ketika manajer memiliki 	pengalaman dan informasi untuk menghasilkan konklusi, sementara 	pengikut tidak memiliki kemampuan, kesediaan, dan keyakinan untuk 	memecahkan masalah</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Gaya 	Konsultatif</strong>, adalah strategi yang tepat apabila manajer 	mengenali pengikut juga memiliki beberapa pengalaman dan pengetahuan 	 tentang masalah dan bersedia memecahkan masalah meskipun belum 	mampu.(hanya mendengarkan masukan pengikut)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Gaya 	Fasilitatif</strong>, merupakan upaya kooperatif yaitu manajer dan 	pengikut bekerjasama mencapai suatu keputusan bersama.(pengikut yang 	mampu diikut sertakan dalam pengambilan keputusan)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Gaya 	Delegatif</strong>, Digunakan terhadap pengikut yang memiliki tingkat 	kesiapan yang memiliki pengalaman dan informasi yang diperlukan 	untuk keputusan atau rekomendasi yang layak</p>
<ol>
<li>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Kesepakatan Kerja Bersama (KKB)</strong></p>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">KKB adalah adanya musyawarah dan mufakat antara pimpinan perusahaan dengan pimpinan serikat karyawan (buruh) dalam memutuskan masalah yang menyangkut kebutuhan karyawan dan kepentingan perusahaan.Dengan KKB ini diharapkan permasalahan yang dihadapi karyawan dengan perusahaan dapat diatasi dengan baik, seperti misalnya : kenaikan gaji/ upah, tunjangan hari raya, pemecatan buruh, dll.</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Collective 	Bargaining</strong></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:1in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pada dasarnya Collective Bargaining adalah sama dengan KKB yaitu perundingan antara pimpinan perusahaan dengan pimpinan serikat buruh dalam menetapkan keputusan yang menyangkut kepentingan perusahaan dan kebutuhan buruh.Yang membedakannya adalah Collective bargaining didasarkan atas perundingan yang berarti adu kekuatan, siapa yang mempunyai posisi kuat maka dialah yang banyak menentukan keputusan, sedangkan KKB didasarkan atas musyawarah mufakat dalam penetapan keputusan-keputusannya, bukan atas adu kekuatan/ posisi.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jeddyoct.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jeddyoct.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jeddyoct.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jeddyoct.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jeddyoct.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jeddyoct.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jeddyoct.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jeddyoct.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jeddyoct.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jeddyoct.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jeddyoct.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jeddyoct.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jeddyoct.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jeddyoct.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jeddyoct.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jeddyoct.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jeddyoct.wordpress.com&#038;blog=4172206&#038;post=6&#038;subd=jeddyoct&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/pengintegrasian-sdm-dengan-visi-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba8a06b68e53b3b758cc7e5796136426?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jeddyoct</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pekembangan Teknologi Informasi pada Perbankan Syariah</title>
		<link>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/pekembangan-teknologi-informasi-pada-perbankan-syariah/</link>
		<comments>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/pekembangan-teknologi-informasi-pada-perbankan-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 14:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jeddyoct</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jeddyoct.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hal Informasi Teknologi (IT), hampir seluruh perbankan syariah belum banyak memanfaatkan kemajuan dibidang IT. Hal ini dikarenakan keterbatasan SDM perbankan syariah yang menguasai IT, ataupun keterbatasan ahli IT yang mengerti tentang mekanisme dan sistem kerja dari perbankan syariah. IT merupakan investasi yang mahal, sementara kondisi keuangan perbankan syariah saat ini belum se-established perbankan konvensional. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jeddyoct.wordpress.com&#038;blog=4172206&#038;post=5&#038;subd=jeddyoct&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="western" style="margin-bottom:0.2in;" align="justify"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dalam hal Informasi Teknologi (IT), hampir seluruh perbankan syariah belum banyak memanfaatkan kemajuan dibidang IT. Hal ini dikarenakan keterbatasan SDM perbankan syariah yang menguasai IT, ataupun keterbatasan ahli IT yang mengerti tentang mekanisme dan sistem kerja dari perbankan syariah. IT merupakan investasi yang mahal, sementara kondisi keuangan perbankan syariah saat ini belum se-<em>established</em> perbankan konvensional. Hal lainnya adalah belum adanya vendor yang berniat untuk berinvestasi dibidang perbankan syariah. </span></span></span></p>
<p class="western" style="margin-bottom:0.2in;" align="justify"><span lang="sv-SE"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kurangnya inovasi di perbankan syariah,keterbatasan IT, kurang kompetitifnya pembiayaan perbankan syariah dan juga untuk meningkatkan kemampuan praktisi perbankan syariah dalam membaca pasar dan mengedukasi nasabah tidak terlepas dari kualitas SDM dalam industri ini. Berdasarkan data yang terkumpul, kurang dari 50 persen SDM perbankan syariah yang berlatar belakang syariah. Sebagian besar SDM bank syariah masih berlatar belakang konvensional. Lambannya industri pendidikan dalam mengantisipasi kebutuhan industri perbankan syariah ini tidak terlepas dari keterlambatan lahirnya pendidikan dibandingkan dengan industri keuangan, keterbatasan publikasi maupun buku-buku serta ketiadaan <em>linkage</em> yang menghubungkan antara perbankan syariah dengan pendidikan syariah hampir tidak terwujud. Padahal jika <em>linkage</em> antara pendidikan keuangan syariah dengan lembaga perbankan syariah dapat dibangun dapat dihasilkan sejumlah temuan-temuan baru yang  akan sangat mendukung pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Penerapan IT di perbankan syariah mutlak diperlukan dalam memenuhi tuntutan nasabahnya, hal ini tidak hanya terkait dengan pangsa pasar yang terikat secara emosional tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan dalam proses manajemen dan produk-produk itu sendiri.Oleh karena itu, perbedaan produk dalam bank syariah perlu mendapat perhatian khusus serta memiliki konsep security networking yang kuat sehingga menciptakan image yang baik dalam keamanan dan kenyamanan ekonomi.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jeddyoct.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jeddyoct.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jeddyoct.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jeddyoct.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jeddyoct.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jeddyoct.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jeddyoct.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jeddyoct.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jeddyoct.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jeddyoct.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jeddyoct.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jeddyoct.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jeddyoct.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jeddyoct.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jeddyoct.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jeddyoct.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jeddyoct.wordpress.com&#038;blog=4172206&#038;post=5&#038;subd=jeddyoct&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/pekembangan-teknologi-informasi-pada-perbankan-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba8a06b68e53b3b758cc7e5796136426?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jeddyoct</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia</title>
		<link>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/sejarah-perkembangan-perbankan-syariah-di-indonesia/</link>
		<comments>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/sejarah-perkembangan-perbankan-syariah-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 14:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jeddyoct</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jeddyoct.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pada Musyawarah Nasional IV MUI di Jakarta 22 – 25 Agustus 1990, yang menghasilkan amanat bagi pembentukan kelompok kerja pendirian bank Islam di Indonesia. Kelompok kerja dimaksud disebut Tim Perbankan MUI dengan diberi tugas untuk melakukan pendekatan dan konsultasi dengan semua pihak yang terkait. Sebagai hasil kerja Tim Perbankan MUI tersebut adalah berdirinya PT Bank [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jeddyoct.wordpress.com&#038;blog=4172206&#038;post=3&#038;subd=jeddyoct&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pada Musyawarah Nasional IV MUI di Jakarta 22 – 25 Agustus 1990, yang menghasilkan amanat bagi pembentukan kelompok kerja pendirian bank Islam di Indonesia. Kelompok kerja dimaksud disebut Tim Perbankan MUI dengan diberi tugas untuk melakukan pendekatan dan konsultasi dengan semua pihak yang terkait.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sebagai hasil kerja Tim Perbankan MUI tersebut adalah berdirinya PT Bank Muamalat Indonesia (BMI), yang sesuai akte pendiriannya, berdiri pada tanggal 1 Nopember 1991. Sejak tanggal 1 Mei 1992, BMI resmi beroperasi dengan modal awal sebesar Rp 106.126.382.000,-. Sampai bulan September 1999, BMI telah memiliki lebih dari 45 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kelahiran Bank Islam di Indonesia relatif terlambat dibandingkan dengan negara-negara lain sesama anggota OKI. Hal tersebut merupakan ironi, mengingat pemerintah RI yang diwakili Menteri Keuangan Ali Wardana, dalam beberapa kali sidang OKI cukup aktif memperjuangkan realisasi konsep bank Islam, namun tidak diimplementasikan di dalam negeri. KH Hasan Basri, yang pada waktu itu sebagai Ketua MUI memberikan jawaban bahwa kondisi keterlambatan pendirian Bank Islam di Indonesia karena </span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">political-will</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> belum mendukung.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Selanjutnya sampai diundangkannya Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, BMI merupakan satu-satunya bank umum yang mendasarkan kegiatan usahanya atas syariat Islam di Indonesia. Baru setelah itu berdiri beberapa Bank Islam lain, yakni Bank IFI membuka cabang Syariah pada tanggal 28 Juni 1999, Bank Syariah Mandiri yang merupakan konversi dari Bank Susila Bakti (BSB), anak perusahaan Bank Mandiri, serta pendirian lima cabang baru berupa cabang syariah dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Per bulan Februari 2000, tercatat di Bank Indonesia bank-bank yang sudah mengajukan permohonan membuka cabang syariah, yakni: Bank Niaga, Bank BTN, Bank Mega, Bank BRI, Bank Bukopin, BPD Jabar dan BPD Aceh.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Konsep Ekonomi Syariah diyakini menjadi “sistem imun” yang efektif bagi Bank Muamalat Indonesia sehingga tidak terpengaruh oleh gejolak krisis ekonomi pada waktu itu ternyata menarik minat pihak perbankan konvensional untuk mendirikan Bank yang juga memakai sistem syariah. Pada tahun 1999, perbankan syariah berkembang luas dan menjadi tren pada tahun 2004.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hingga hari ini, sudah berdiri tiga bank yang beroperasi dengan sistem syariah atau bank umum syariah. Ketiga bank tersebut adalah Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI). Belum lagi ditambah dengan Unit Usaha Syariah dari bank-bank konvensional seperti BNI Syariah, BRI Syariah, HSBC Ltd, dll. Bank Pembanguan Daerah (BPD) pun tidak mau ketinggalan untuk membuka Unit Usaha Syariah seperti Bank Sumsel Syariah, dan perbankan syariah Indonesia akan semakin semarak dengan hadirnya Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS).</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dengan perkembangan yang cukup signifikan ini, perbankan syariah nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu pancang perekonomian Indonesia yang kuat dan menjadi solusi terbaik terhadap permasalahan-permasalahan perekonomian yang ada di masyarakat saat ini, terutama bagi mereka yang memiliki Usaha Kecil dan Menengah, yang sangat membutuhkan pinjaman dana dari bank untuk usahanya. </span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Di balik perkembangan perbankan syariah yang diinilai cukup baik, ternyata perbankan syariah masih memiliki beberapa permasalahan.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Permasalahan datang dari internal perbankan syariah itu sendiri. Perkembangan perbankan syariah yang baik tidak diimbangi dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik dari karyawan perbankan syariah terhadap perbankan syariah dan ekonomi Islam. Sehingga adanya anggapan di masyarakat, kinerja bank syariah tidak sebaik kinerja bank konvensional. Hal ini bisa berakibat kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">bank syariah masih memiliki fasilitas-fasilitas yang belum terintegrasi dengan baik, terutama fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Bank syariah masih menggunakan mesin ATM bank lain jika nasabahnya ingin melakukan transaksi melalui mesin ATM. Meskipun ini merupakan kemudahan dari layanan ATM bersama, dimana nasabah yang memiliki kartu ATM dari bank tempat ia mempunyai nomor rekening bisa melakukan transaksi di mesin ATM bank lain, layanan ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi nasabah. Ketidaknyamanan tersebut adalah nasabah akan dikenakan fee jika menggunakan mesin ATM bank lain untuk bertransaksi (misalnya tarik tunai, cek saldo, transfer, dll).</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">jumlah cabang bank syariah di beberapa daerah juga masih sangat terbatas. Hal ini berdampak pada minimnya masyarakat yang menggunakan jasa perbankan syariah. Market share perbankan syariah pun menjadi tidak begitu tinggi. Seperti yang diungkapkan Drs. Agustianto, M. Ag, Sekjen DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), market share perbankan syariah belum mencapai 2 % dari total asset bank secara nasional.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Masyarakat masih memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang bank syariah. Seperti, masyarakat masih beranggapan sistem bunga pada bank konvensional dan sistem bagi hasil pada bank syariah merupakan dua sistem yang sama, sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan jasa perbankan konvensional yang dinilai telah berpengalaman dalam menjalankan usaha perbankan walalupun sebenarnya perbankan konvensional memberikan sesuatu yang negatif bagi nasabahnya, baik dari segi dunia maupun akhirat.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Undang-Undang Perbankan Syariah yang telah disahkan oleh DPR baru-baru ini membawa angin pencerahan bagi system perbankan syariah, sehingga penerapan konsep ekonomi syariah bagi bank syariah dapat menjadi konsep yang jelas dalam membangun system ekonomi kerakyatan yang berorientasi syariah dan social.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">agar bank Syariah ini mampu berkembang dengan baik dan dapat bersaing secara global, maka perlu adanya penerapan prinsip prinsip </span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Good Corporate Governance</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">. Secara umum prinsip prinsip tersebut antara lain </span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">fairness </span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(berkeadilan), </span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">transparency </span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(transparan), </span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">accountability </span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(Akuntabilitas), dan </span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">responsibility</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (pertanggungjawaban).Dari pendadaran diatas maka dapat disimpulkan bahwa meskipun perkembangan perbankan menunjukkan peningkatan yang cukup pesat diharapkan ada pembenahan dalam segi manajemen bank, perbaikan pelayanan public (nasabah) serta penerapan konsep ekonomi syariah yang ketiganya terintegrasi dengan baik. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jeddyoct.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jeddyoct.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jeddyoct.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jeddyoct.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jeddyoct.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jeddyoct.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jeddyoct.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jeddyoct.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jeddyoct.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jeddyoct.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jeddyoct.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jeddyoct.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jeddyoct.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jeddyoct.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jeddyoct.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jeddyoct.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jeddyoct.wordpress.com&#038;blog=4172206&#038;post=3&#038;subd=jeddyoct&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/sejarah-perkembangan-perbankan-syariah-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba8a06b68e53b3b758cc7e5796136426?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jeddyoct</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/hello-world/</link>
		<comments>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 13:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jeddyoct</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jeddyoct.wordpress.com&#038;blog=4172206&#038;post=1&#038;subd=jeddyoct&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jeddyoct.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jeddyoct.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jeddyoct.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jeddyoct.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jeddyoct.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jeddyoct.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jeddyoct.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jeddyoct.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jeddyoct.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jeddyoct.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jeddyoct.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jeddyoct.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jeddyoct.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jeddyoct.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jeddyoct.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jeddyoct.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jeddyoct.wordpress.com&#038;blog=4172206&#038;post=1&#038;subd=jeddyoct&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jeddyoct.wordpress.com/2008/07/08/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba8a06b68e53b3b758cc7e5796136426?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jeddyoct</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
